Siapa yang tidak suka dengan tingkah bayi yang sangat imut dan menggemaskan, yang mungkin akan mengundang gelak tawa kita akan tingkah laku bayi kecil tersebut, seperti menangis, berbicara dengan bahasa mereka, mengelus-elus kepala mereka, dan lainnya. Tapi meski begitu, walaupun tingkah mereka sangat menggemaskan, bagi para orang tua perlu adanya perhatian dalam segala tingkah laku mereka, seperti mengelus kepalanya misalnya. Kenapa? Untuk menjawab itu, simak dulu yuk, kisah berikut yang mungkin bisa menjadi pelajaran bagi semua, terutama bagi para orang tua dimanapun berada.
Sebut saja bayi ini An An. Bayi yang terlahir dari orang tua yang berkewanegaraan Tiongkok ini memiliki kebiasaan aneh yang dianggap biasa oleh kedua orang tuanya. An sering mengelus kepalanya setiap hari. Kedua orang tuanya tidak menyadari bahwa hal tersebut merupakan sebuah indikasi, bahwasanya anaknya terkena penyakit yang serius.
Selang dua bulan, kebiasaan anak mereka tidak kunjung henti. Hal tersebut sangat dikhawatirkan oleh kedua orang tuanya terutama sang ibu yang kadang sering menyadari bahwa ada hal yang ganjil pada ekspresi wajah anaknya jika sedang menyentuh kepalanya. Seperti mengerutkan dahi, dan merasakan kesakitan. Karena penasaran, lalu ibunya berinisiatif untuk memeriksakan anaknya ke dokter.
Akhirnya diketahui, bahwa anaknya menderita radang telinga tengah, atau bahasa kedokterannya ialah otitis media. Otitis media atau radang telinga tengah memang sangat bisa sekali menyerang anak-anak, terutama anak-anak yang baru lahir sampai usia dua tahun. Mungkin para pembaca baru mengenal penyakit ini, namun tahukah Anda bahwa penyakit ini bisa menyebabkan infeksi dan inflamasi yang parah. Begitu juga dengan bayi An ini. Bayi An didiagnosa terinfeksi parah. Hal tersebut dikarenakan keterlambatan sang ibu yang baru memeriksa anaknya ke dokter.

Hal itulah yang sangat memberikan rasa penyesalan yang teramat dalam bagi kedua orang tuanya, terutama sang ibu yang merasa dirinya sangat bersalah karena baru memeriksa An sekarang, dan di diagnosa penyakit demikian yang mungkin sangat menyiksa anaknya selama dua bulan ini. Namun begitu, An masih bisa tertolong dan sekarang mungkin bayi An telah tumbuh besar.
Penyakit ini memang rentan di alami oleh anak-anak di usia balita. Penyakit ini memiliki tanda-tanda seperti keluarnya sebuah cairan pada telinga, hilang keseimbangan saat berjalan, sering menarik-narik telinga karena merasa telinganya penuh. Hal ini juga disertai dengan sakit kepala, leher terasa sakit, demam, serta menangis yang tiada henti.
Itulah sekilas pembahasan artikel kali ini. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi para pembaca, terutama bagi orang tua-orang tua di luar sana.
Sumber: liputan6.com

0 Response to "Balita Ini Terus Menyentuh Kepalanya, Setelah Diperiksa Dokter Ternyata Menderita Penyakit Serius"
Post a Comment